Uni Eropa Mendorong Regulasi AI yang Komprehensif
Uni Eropa terus maju dengan Undang-Undang AI yang komprehensif, bertujuan untuk membangun kerangka peraturan yang menyeluruh untuk kecerdasan buatan. Inisiatif ini telah menuai kritik dari raksasa teknologi AS seperti Meta, dengan kekhawatiran tentang potensi dampak pada inovasi dan daya saing internasional. Sikap Uni Eropa menggarisbawahi komitmennya untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pertimbangan etika.
Anggota Parlemen AS Berupaya Melarang DeepSeek pada Perangkat Pemerintah
Upaya bipartisan di Dewan Perwakilan Rakyat AS telah memperkenalkan "Undang-Undang Larangan DeepSeek pada Perangkat Pemerintah," yang menargetkan aplikasi AI Tiongkok, DeepSeek. Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk mencegah potensi pengawasan dan disinformasi dengan melarang pegawai federal menggunakan aplikasi tersebut pada perangkat elektronik milik pemerintah. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang keamanan data dan pengaruh asing dalam teknologi AI.
Sberbank Berkolaborasi dengan China dalam Penelitian AI
Bank terbesar Rusia, Sberbank, telah mengumumkan rencana untuk bermitra dengan para peneliti Tiongkok dalam proyek-proyek AI bersama. Kolaborasi ini menyusul keberhasilan DeepSeek dari Tiongkok, sebuah perusahaan rintisan yang mengembangkan model AI hemat biaya yang menantang dominasi AS. Inisiatif Sberbank ini menandai penguatan kerja sama AI antara Rusia dan Tiongkok, yang bertujuan untuk melawan pengaruh Barat di sektor teknologi.
CEO IBM Mendukung Model AI Khusus
Arvind Krishna, CEO IBM, mengarahkan perusahaan untuk mengembangkan model AI khusus yang disesuaikan untuk kasus penggunaan tertentu. Strategi ini berbeda dengan pendekatan yang lebih luas dari para pesaing seperti Google dan OpenAI. Fokus IBM pada alat yang lebih kecil dan andal bertujuan untuk memberikan solusi efisien tanpa memerlukan sumber daya komputasi yang besar, yang mencerminkan pergeseran menuju praktik pengembangan AI yang lebih berkelanjutan.