Berita AI 26 September 2025

Ringkasan Berita AI: 25 September 2025

🤖 Pengeluaran AI Mencapai Tingkat Kegilaan

Para pemain besar di bidang teknologi menggelontorkan sejumlah besar uang ke dalam infrastruktur AI - pusat data, daya, semikonduktor, semuanya.
Tetapi dengan banyaknya perangkat keras yang tidak digunakan, utang yang terus meningkat, dan aliran pendapatan yang tampak goyah, beberapa analis berbisik bahwa kita mungkin sedang menyaksikan retakan pertama dari "gelembung AI."
🔗 Baca selengkapnya

🧬 AI Merancang Virus - Keamanan Hayati dalam Peringatan

Sebuah tim peneliti baru saja menggunakan AI untuk membuat genom virus sintetis (jangan khawatir, strain uji tersebut tidak berbahaya bagi manusia) yang berhasil membunuh bakteri resisten antibiotik. Sebuah terobosan, tentu saja, tetapi dengan sisi yang sangat tajam.
Suara-suara keamanan menyuarakan kekhawatiran: AS dan banyak negara lain sama sekali tidak memiliki sistem yang memadai untuk mendeteksi atau menghentikan kreasi biologis yang digerakkan oleh AI.
🔗 Baca selengkapnya

🗣️ Altman Mengatakan 40% Pekerjaan Manusia Bisa Beralih ke AI

CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan angka yang mengejutkan dalam sebuah wawancara baru-baru ini: AI mungkin dapat menangani hingga 40% tugas yang saat ini dilakukan oleh manusia. Ia menekankan bahwa hal itu tidak serta merta berarti menghapus seluruh pekerjaan – lebih tepatnya membentuk ulang pekerjaan tersebut.
Ia kembali menegaskan perlunya pengamanan, mendesak regulator untuk terus mengikuti perkembangan agar sistem ini tidak melenceng dari jalur yang seharusnya.
🔗 Baca selengkapnya

📣 Para Eksekutif Berpesan kepada Karyawan: Manfaatkan AI atau Anda Akan Tertinggal

Di Opportunity Summit Walmart, para pemimpin dari LinkedIn, OpenAI, dan tokoh-tokoh besar lainnya berpendapat bahwa ancaman sebenarnya bukanlah otomatisasi itu sendiri, melainkan penolakan terhadap adopsi AI.
Visi mereka cenderung optimis: mesin sebagai peningkat keterampilan, bukan pencuri pekerjaan secara langsung.
🔗 Baca selengkapnya

🎭 Deepfake Merambah ke Arus Utama

Deepfake bukan lagi sekadar hiburan sampingan. Teknologi ini telah terintegrasi ke dalam politik, jurnalisme, dan budaya pop—kadang lucu, kadang meresahkan.
Bahkan raksasa satir seperti South Park pun memadukan trik deepfake ke dalam komentar mereka, sebuah perpaduan yang kacau antara parodi dan disinformasi.
🔗 Baca selengkapnya


Berita AI kemarin: 24 September 2025

Temukan AI Terbaru di Toko Resmi Asisten AI

Tentang Kami

Kembali ke blog