Kecantikan AI

Ringkasan Berita AI: 13 Juli 2025

🤖 OpenAI: Hiu-hiu Mengintai

OpenAI masih sangat besar, dengan valuasi sekitar $300 miliar dan hampir 500 juta pengguna mingguan. Namun persaingan semakin ketat. Meta, Google, Amazon, dan xAI milik Microsoft secara agresif merekrut talenta, dengan Meta menawarkan bonus perekrutan yang sangat tinggi. Upaya akuisisi senilai $3 miliar terhadap startup pemrograman Windsurf baru saja gagal karena tekanan dari Microsoft; banyak insinyur Windsurf beralih ke DeepMind sebagai gantinya.

Secara internal, OpenAI mengalami gejolak. Mereka menunda perilisan model open-weight baru, dengan alasan masalah keamanan. Burnout karyawan dilaporkan meluas. Microsoft semakin waspada terhadap ketentuan pembagian keuntungan dan perbedaan strategi AGI. Bahkan kemitraan AI senilai $6,5 miliar yang direncanakan dengan Jony Ive mungkin terancam karena sengketa merek.

Namun, OpenAI tidak tinggal diam, mereka sedang mengembangkan peramban AI, menyelesaikan kesepakatan Pentagon senilai $200 juta, dan bahkan bekerja sama dengan Mattel dalam proyek Barbie AI.

Baca selengkapnya >


🇨🇳 NVIDIA Kembali ke China

CEO Nvidia, Jensen Huang, akan kembali ke Beijing, dengan konferensi pers yang dijadwalkan pada 16 Juli. Ini akan menjadi kunjungan keduanya ke Tiongkok pada tahun 2025. Tiongkok masih menyumbang sebagian besar bisnis Nvidia, sekitar $17 miliar atau 13% dari pendapatan tahunan.

Ketegangan geopolitik terus memberikan dampak berat pada operasional Nvidia. Kontrol ekspor AS telah membatasi akses ke chip tercanggihnya, termasuk seri H20. Para pembuat undang-undang telah mendesak perusahaan tersebut untuk menghindari transaksi dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terkait dengan militer atau yang dikenai pembatasan perdagangan. Meskipun demikian, permintaan dari sektor AI Tiongkok tetap kuat, bahkan ketika pesaing domestik seperti Huawei mulai mendapatkan momentum.

Baca selengkapnya >


🎨 AI & Wajah Kecantikan yang Terdistorsi

Somerset House di London baru saja membuka "Virtual Beauty," sebuah pameran yang menyoroti benturan mengerikan antara AI dan estetika manusia. Dari aplikasi kecantikan bertenaga AI hingga "dismorfia Snapchat," pameran ini mengupas bagaimana idealisme digital mengubah citra diri di kehidupan nyata dan bahkan menginspirasi tren operasi kosmetik.

Pameran ini menampilkan karya-karya Qualeasha Wood, Sin Wai Kin, dan Mat Collishaw, yang masing-masing menjelajahi batas-batas yang kabur antara identitas yang dihasilkan AI dan suara artistik tradisional. Beberapa karya seni bahkan menyelidiki keanehan filosofis dari kreativitas oleh mesin, apakah hasil karya ini estetis, memiliki kesadaran, atau sesuatu yang sama sekali berbeda?

Baca selengkapnya >


Berita AI kemarin: 12 Juli 2025

Temukan AI Terbaru di Toko Resmi Asisten AI

Kembali ke blog